October 12 2017 0Comment

Kampung Kopi Dorong Pertumbuhan Kopi Daerah

SURABAYA-Kegiatan Jatim Fair 2017 yang digelar di Grand City Convention Hall Surabaya sampai 15
Oktober mendorong industri kopi di Jawa Timur terus bersaing. Mengusung konsep Kampung Kopi,
sebanyak 10 gerai kopi berjajar berderet di outdoor depan panggung Jatim Fair tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, nilai ekspor kopi dari Jawa Timur terus
meningkat. Untuk tahun 2016 tercatat ekspor kopi dari Jawa Timur mencapai USD 200 juta atau sekitar
Rp 2,7 triliun.
“Kami akan terus tingkatkan terutama produk dari para petani, supaya mereka tidak hanya
meningkatkan kuantitas tapi juga menjaga kualitas dan cita rasa khas kopi Jawa Timur, momen Jatim
Fair ini kami harapkan mampu mendorong industri kopi di Jatim terlebih untuk para star up pertama,"
kata Gus Ipul, sapaan wakil guberur Jatim, saat menghadiri pembukaan Jatim Fair 2017 pada 5 Oktober
lalu.
Salah satu bisnis warung kopi yang memanfaatkan momen Jatim Fair 2017 yakni Kopi Kobeng. Wika
Lintang, owner Kopi Kobeng, mengatakan, pihaknya bersama pebisnis warung kopi di Tulungagung dan
Trenggalek nekat jualan di Jatim Fair untuk berpartisipasi.
Berita Terkait
Jatim Fair 2017 , Industri Mamin Dominasi UMKM Jatim
Jatim Fair 2017, Panggung dan Peluang bagi UKM Mempromosikan Produk
"Ya, kami sampai Surabaya jualan kopi. Jualannya, di Kampung Kopi dadakan area Jatim Fair 2017, Grand
City," terang Wika kepada Radar Surabaya, kemarin.
Disebutkan Wika, Kobeng itu adalah Kelompok Usaha Bersama dari Trenggalek dan Tulungagung. Terdiri
dari para penggiat kopi, pemerhati kopi, pecinta kopi, dan petani kopi.
Di balik semua itu, ada Bank Indonesia yang men-support beragam kegiatan. Mulai edukasi petani,
menanam kopi, pasca panen, dan seterusnya.
Kobeng, lanjut perempuan berkerudung ini, adalah bagian dari show of force Kelompok Usaha Bersama
tersebut. Merupakan show of untuk memperkenalkan kopi lokal Sendang yang berada di kaki Gunung
Wilis bagian Tulungagung. Kobeng memakai armada khusus dan desain khusus untuk mobile.
Bentuknya sepeda lengkap dengan tuas engkolnya. Sepeda roda tiga, plus gerobak kayu cantik di
atasnya. Dalam gerobak itulah aneka jenis kopi, utamanya kopi lokal robusta Sendang diperkenalkan ke
publik.
Tak mau ketinggalan yakni Kopi Ndeplok. Abdullah Munir, pemilik kopi Ndeplok mengatakan, event
Jatim Fair juga mendorong mengenalkan produk kopi Ndeplok yang sudah ekspansi ke beberapa hotel

ternama di Surabaya. "Kopinya khusus dan langsung dideplok, sehingga cita rasanya juga nikmat," kata
Munir

https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/10/11/18781/kampung-kopi-dorong-pertumbuhan-kopi-daerah

admin

Write a Reply or Comment