October 25 2020 0Comment

Jatim Fair Digelar Virtual, Khofifah Gandeng Diaspora untuk Pasarkan Produk Lokal

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gelaran Jatim Fair kembali hadir dalam rangkaian HUT Jawa Timur yang ke-75. Hari Kamis (22/10/2020) ini, pameran yang ditunggu-tunggu itu hadir dalam format virtual.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka langsung acara Jatim Fair Virtual yang diselenggarakan lima hari hingga tanggal 26 Oktober 2020 mendatang.

Jatim Fair Virtual ini digelar dengan sistem online dan offline. Karena kondisi pandemi covid-19, maka hanya 20 persen pameran yang digelar offline sedangkan 80 persen dilakukan secara online.

Total ada sebanyak 124 stan pameran dari UKM dan IKM Jatim yang turut berpartisipasi dalam pameran offline kali ini. Termasuk juga peserta dari BUMN dan juga BUMD Jawa Timur.

“Transformasi perdagangan ke arah digital kalau saya bilang bukan hanya karena pandemi covid-19, tapi karena sebuah kebutuhan. Bahkan Jack Ma mengatakan bahwa kita nanti di tahun 2030, 99 persen sudah pasar digital,” kata Khofifah.

Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat UKM dan juga IKM Jatim untuk mulai memasarkan produk secara digital adalah sebuah keharusan demi bisa mengikuti pesatnya zaman.

Guna mendorong produk Jatim bisa diperluas akses pasarnya, dalam pembukaan Jatim Fair Virtual ini, Khofifah juga mengadakan kerja sama dengan Dubes Afrika Selatan dan juga menggandeng diaspora yang ada di luar negeri.

Perjanjian kerja sama dengan diaspora dilakukan dengan mereka warga Indonesia yang kini bertempat tinggal di luar negeri.

Hari ini diaspora yang diajak MoU berasal dari Hongkong, New Zealand dan juga Paris Prancis.

Para diaspora itu diajak untuk menjadi parner bisnis UKM dan IKM Jatim untuk dipasarkan di negera tersebut.

“Kami berterima kasih bahwa sudah disupport oleh BI, Kadin, yang membantu membangunkan jejaring. Baik itu melalui goverment maupun diaspora. Kami bisa lihat bahwa saat ini sangat banyak negara yang bisa tersambung lewat koneksi digital, ini terobosan untuk bisa membuka pasar baru karena 50 persen PDRB Jatim disupport oleh UMKM,” kata Khofifah.

Jika UMKM bergerak, maka ekonomi Jatim bergerak sehingga masyarakat dan pelaku usaha akan terus berkembang.

Selain itu dalam Jatim Fair Virtual tersebut, Pemprov Jatim juga menggandeng e-commerce. Yang tujuannya adalah mendaftarkan pelaku usaha dengan market place yang berbasis digital. Dengan harapan mereka akan lebih luas bertemu dengan pasar.

Gelaran Jatim Fair tahun ini memang tidak semegah tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya menjamin bahwa pameran yang digelar offline pun meski terbuka untuk masyarakat umum juga ketat menerapkan protokol kesehatan.

Bagi yang ingin belanja offline juga bisa berkunjung ke http://jatimfair.com/home/ untuk bisa mengakses produk produk unggulan Jawa Timur.

Di sisi lain, Tiat Surtiati Suwardi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim mengatakan bahwa menggandeng diaspora adalah inisiasi Gubernur Jatim agar pasar dari produk lokal Jatim bisa mendunia.

“Jika ekspor kan produknya harus banyak sekali skalanya. Nah kalau dengan kerja sama dengan diaspora maka pengirimannya bisa lebih sedikit. Makanya tadi ada lebih dari satu pelaku UMKM Jatim yang ikut MoU” tegasnya.

Meski tidak skala ekspor, namun produk yang dipasarkan lewat diaspora akan dijamin kualitasnya sebagai kualitas barang ekspor.

Pemprov Jatim akan memberikan pendampingan dan juga pembinaan melalui Millenial Job Center yang akan mendampingi memperbaiki branding dan outlook sari produk.

 

Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2020/10/22/jatim-fair-digelar-virtual-khofifah-gandeng-diaspora-untuk-pasarkan-produk-lokal

admin

Write a Reply or Comment