Uncategorized
Jatim Fair 2017 , Industri Mamin Dominasi UMKM Jatim

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) mendominasi industri UMKM di Jawa Timur. Hal
itu terlihat dari pameran Jatim Fair 2017 yang digelar di Grand City and Convention Hall Surabaya. Dari
total 560 booth sebanyak 50 UMKM menampilkan industri maminnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Mochammad Ardi Prasetyawan
mengatakan, Jawa Timur yang memiliki lahan pertanian yang cukup besar, merupakan salah satu
penyebab UMKM di Jatim melakukan pengelolaan terhadap mamin.
“Mamin mendominasi, terlebih mereka (UMKM) sekarang melakukan pengelolaan dengan cukup baik.
Selain itu, mamin di Jatim sudah tidak hanya dikirim dari wilayah satu ke wilayah lainnya, namun juga ke
daerah lainnya,” kata Ardhi di Surabaya, Jumat (6/10).
Menurut dia, meningkatnya industri mamin di Jatim didorong banyaknya pemerintah maupun
perusahaan swasta yang mendampingi mereka mulai dari pengelolaan, pengemasan, hingga pemasaran.
Berita Terkait
Kampung Kopi Dorong Pertumbuhan Kopi Daerah
Jatim Fair 2017, Panggung dan Peluang bagi UKM Mempromosikan Produk
”Sekarang mereka mengerti proses dan segmen pengemasan mamin sehingga mampu mendorong
penjualan. Apalagi, pengemasan untuk segmen hotel dan ekspor tentu beda dengan segmen umum,”
kata dia.
Dipaparkan dia, kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 54,98
persen. Selain itu sektor industri dan pengolahan serta perdagangan telah memberikan kontribusi yang
luar biasa besar terhadap PDRB Jawa Timur, mencapai 47,24 persen. Bahkan pada semester I tahun
2017 ekonomi Jatim mampu tumbuh 5,21 persen, dan 60,3 persen merupakan kontribusi konsumsi
masyarakat.
”Hampir 90 persen masyarakat menjadi tenaga kerja pada UKM. Sedangkan industri besar meskipun
investasinya besar namun kontribusinya sangat kecil dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh sebab itu,
gerakan memajukan UKM menjadi program utama Pemprov Jatim. “Melalui industrialisasi dengan
skema pembiayaan murah, diharapkan industri kreatif bisa menjadi penggerak perekonomian Jatim,”
jelas dia.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa aktivitas Perdagangan Dalam Negeri/PMDN Jatim sejak tahun 2010
hingga tahun 2016 mengalami surplus Rp 100,56 triliun. Disamping itu, perdagangan komoditi non migas
Jatim dengan negara-negara ASEAN, secara keseluruhan pada semester I tahun 2017 mencatat surplus
Rp. 9.889,53 miliar. Khusus perdagangan dengan Singapura Jatim juga mengalami surplus sebesar Rp
4.172,46 miliar

https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/10/07/17945/jatim-fair-2017-industri-mamin-dominasi-umkm-jatim